A KELOMPOK SOSIAL 1. Pengertian Kelompok Sosial Kelompok sosial atau sosial group dapat diartikan sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antar mereka, di mana hubungan tersebut menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong.
– Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Karena tidak bisa hidup sendiri, manusia akhirnya melakukan proses interaksi sosial terhadap manusia-manusia lainnya. Proses interaksi yang dilakukan oleh beberapa manusia tersebut akhirnya membentuk sebuah kelompok. Manusia-manusia yang hidup dalam kelompok tersebut kemudian menciptakan sebuah kesepakatan bersama sehingga mereka mempunyai sebuah sebuah ikatan berupa kesepakatan dalam kelompok tersebutlah yang menandai terbentuknya kelompok sosial. Dilansir dari buku Kajian-Kajian Ilmu Sosiologi 2019 karya Sri Muhammad Kusumantoro, kelompok sosial merupakan kumpulan individu yang mempunyai kesadaran bersama akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. Baca juga Teori Perubahan Sosial Jenis-Jenis dan Contohnya Setiap anggota kelompok sosial saling memperhatikan dan berhubungan satu sama lain. Satu hal yang perlu dipahami yaitu tidak semua kumpulan individu bisa diartikan sebagai kelompok beberapa individu bisa dikatakan sebagai kelompok sosial apabila memenuhi beberapa syarat. Dalam buku Pengantar Sosiologi 2014 karya Nurani Suyomukti, dijelaskan mengenai beberapa syarat tersebut, yaitu Ada kesadaran dari anggota bahwa ia merupakan bagian kelompok tempat ia bersama. Ada hubungan timbal balik antara individu-individu yang menjadi bagian kelompok. Ada faktor yang dimiliki secara bersama oleh individu-individu anggota kelompok yang menjadi pengikat antara mereka. Faktor ini bisa berupa perasaan yang ditimbulkan oleh nilai-nilai, ideologi, norma, tujuan, maupun orang yang dianggap mampu menyatukan. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku. Baca juga Sanksi sebagai Sarana Pengendalian Sosial Faktor pembentuk kelompok sosial Dalam buku Ensiklopedia Sosiologi Kelompok Sosial 2018 karya Joan Hesti Gita Purwasih dan kawan-kawan, dijelaskan bahwa ada dua faktor pembentuk kelompok sosial, yaitu Faktor kedekatan Faktor kedekatan bercamam-macam, bisa berupa kedekatan geografis tempat tinggal, kedekatan geografis daerah asal, dan lain-lain. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, maka akan semakin besar kemungkinan mereka untuk saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Kedekatan fisik membuat peluang interaksi dan melakukan kegiatan bersama menjadi meningkat. Situasi tersebutlah yang melatarbelakangi terbentuknya kelompok sosial.
Dilansirdari Ensiklopedia, lembaga sosial yang terbentuk dalam masyarakat melalui ikatan perkawinan disebut lembaga keluarga. Pembahasan dan Penjelasan. Menurut saya jawaban A. keluarga adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google.
Ketika berada di lingkungan sosial maka akan membentuk sebuah arti komunitas yang terdiri dari beberapa elemen. Elemen tersebut tentu saling berkaitan mulai dari lini paling terkecil hingga yang paling luas, yakni mecakup suatu negara. Salah satu ruang lingkup dalam lingkungan sosial merupakan syarat terbentuknya kelompok sosial dengan berbagai jenis berdasarkan kriteria tertentu. Kelompok SosialBentuk Kelompok SosialMembership GroupReference GroupIn-GroupOut-GroupKelompok PrimerKelompok SkunderPaguyubanPatembayanFormal grubInformal grubSyarat Kelompok SosialSebarkan iniPosting terkait Manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari membutuhkan bantuan dari orang lain. Hal ini membuat mereka memiliki kecenderungan untuk hidup secara berkelompok. Manusia memiliki kesamaan pada hal tertentu yang membuat mereka memutuskan untuk membentuk sebuah kelompok. Terbentuknya suatu kelompok sosial akan membuat seseorang lebih mudah mencapai apa yang diinginkan. Kelompok sosial adalah sekumpulan individu yang memiliki hubungan dalam lingkungan sosial dan saling interaksi setiap hari. Hal tersebut membuat timbulnya rasa kebersamaan, tolong menolong, dan saling memiliki. Terdapat hubungan yang erat dalam lingkungan tersebut. Sedangkan klasifikasi kelompok sosial dapat dibagi menjadi beberapa hal yeng akan terciptanya bentuk kelompok sosial. Yakni; Brdasarkan jumlah anggota kelompok Tingkat kesadaran anggota pada identitas tertentu Hubungan sosial dan tujuan yang ingin diperoleh Ikatan yang tertentu Stus kelompok sosial Bentuk kenaggotaan Latar belakang munculnya kelompok Keteraturan dalam kelompok Bentuk Kelompok Sosial Bentuk kelompok sosial dapat mencerminkan apa saja kegiatan yang dilakukan dalam kelompok sosial tersebut dengan berbagai kepentngan pada setiap individu. Berikut beberapa bentuk berdasarkan ciri kelompok sosial yang ada di lingkungan kita, Membership Group Membership group adalah kelompok yang dapat dilihat secara fisik menjadi anggota kelompok tertentu. Hal ini bentuk kelompok sosial dilihat dari segi status keanggotaan. Seseorang yang menjadi member dalam suatu kelompok sosial, akan mendapatkan identitas tertentu. Ciri membership antara lain; Memiliki kepentingan yang sama, antar anggota kelompok merasakan akibat yang akan diterima dari interaksi tersebut Terdapat pembagian tugas dalam struktur organsasi, dan terdapat aturan cara bersikap dalam suatu organisasi sosial. Ciri ini dapat membuat kita lebih mengenal membership dan mampu mengidentifikasi kelompok sosial yang ada di lingkungan kita. Reference Group Reference Group adalah kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan perilaku yang dilakukan. Keanggotaan bukan kedekatan secara fisik melainkan perilaku dan sikap yang dilakukan oleh seseorang. Ciri reference group antara lain; Memiliki kepentingan yang sama, antar anggota kelompok merasakan akibat yang akan diterima dari interaksi tersebut Terdapat pembagian tugas dalam struktur organsasi, dan terdapat aturan cara bersikap dalam suatu organisasi. Ciri ini dapat membuat kita lebih mengenal membership dan mampu mengidentifikasi kelompok sosial yang ada di lingkungan kita. In-Group In-Group adalah seseorang yang telah diakui menjadi anggota suatu kelompok sosial. Pengakuan tersebut biasanya berasal dari hampir keseluruhan anggota sehingga keberadaannya dapat diterima oleh anggota kelompok. Ciri dalam kelompok ini antara lain; Memliki kecenderungan etnosentrisme Memiliki anggapan apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang paling baik dibanding kelompok lain, dan memiliki jenis kepentingan tertentu. Out-Group Out-Group adalah orang yang tidak termasuk dalam grup tersebut. Mereka tidak diakui sebagai anggota kelompok tersebut. Orang yang termasuk Out-Group tidak dapat diakui oleh masyarakat. Ciri dalam kelompok ini antara lain; Memliki kecenderungan etnosentrisme Memiliki anggapan apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang paling baik dibanding kelompok lain, dan dianggap diluar jenis kepentingan apapun. Kelompok Primer Kelompok primer merupakan sebuah kelompok yang memiliki lingkup terdekat sejak manusia dilahirkan. Kelompok primer dapat diartikan sebagau kelompok yang memiliki hubungan dekat antara orang satu dengan yang lain, kedekatan tersebut secara fisik dan emosional. Kedekatan yang diciptakan akan timbul rasa kehangatan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Ciri kelompok primer antara lain Memiliki hubungan erat antar anggota Secara fisik saling berdekatan Jumlah anggota sedikit, memiliki nasib yang sama Ada hubungan berdasarkan garis keturunan Dekat secara emosional Memiliki solidaritas mekanik dan organik yang tinggi. Contoh yang termasuk kelompok primer adalah keluarga dan semua kerabat dekat. Kelompok Skunder Kelompok sekunder adalah kelompok yang terbentuk karena adanya hubungan yang terjadi setiap hari, kelompok ini terbentuk di lingkungan kerja atau sekolah. Hubungan yang terjadi bersifat impersonal dan berkaitan dengan tugas yang harus dilakukan. Kelompok ini juga kadang terjadi karena menjalankan tugas bersama dalam lingkungan tertentu. Ciri kelompok sekunder antara lain; Memiliki hubungan yang longgar antar sesama anggota Bersikap profesional dalam kelompok Menjalin hubungan ketika merasa saling membutuhkan, dan memiliki sikap impersonal Contohya saja seperti Karyawan dan pemilik perusahaan. Paguyuban Paguyuban merupakan sebuah istilah yang sering kita dengar dari sebuah perkumpulan. Makna dari paguyuban sendiri adalah sebuah perkumpulan yang bersifat kekeluargaan yang didirikan oleh orang yang memiliki pemahaman yang sama dengan tujuan untuk kerukunan bersama. Ciri dari paguyuban antara lain; Memiliki hubungan yang alami Memiliki hubungan yang erat Hubungan lebih untuk kepentingan pribadi, dan hubungan hanya untuk orang tertentu dengan kriteria tertentu Contoh hubungan dalam keluarga dan kerabat. Patembayan Patembayan adalah sebuah kelompok sosial yang terbentuk karena kepentingan sesaat dan hubungan tidak akan bertahan lama. Ketika permasalahan atau kepentingan telah selesai maka kelompok ini akan bubar dengan sendirinya. Kelompok terbentuk hanya untuk urusan formal. Ciri kelompok sosial patembayan adalah; Hubungan hanya bersifat formal, untuk kepentingan ekonomi Tidak berlangsung lama Memperhitungkan nilai guna dari terbentunya kelompok sosial Berkaitan dengan kehidupan nyata Contoh kelompok sosial ini seperti Ikatan dalam sebuah organisasi profesi tertentu yang berkaitan dengan perekonomian dan organisasi yang terbentuk dalam sebuah pabrik. Formal grub Formal grub atau kelompok formal merupakan sebuah kelompok yang memiliki aturan yang tegas dan sengaja diciptakan untuk mengikat anggotanya. Kelompok sosial ini juga akan mengatur hubungan antar sesama anggota kelompok ketika dalam lingkungan tertentu. Kelompok sosial ini memiliki struktur organisasi yang jelas dan segala aturan yang dibuat untuk mewujudkan tujuan kelompok tersebut. Ciri formal grub antara lain; Memiliki aturan tegas Bertujuan untuk menyelesaikan tugas tertentu Hubungan tidak bersifat pribadi Diciptakan oleh anggota kelompok Memiliki status secara hukum, dan aturan diciptakan untuk mengikat anggotnya Informal grub Kelompok informal adalah kelompok sosial yang terbentu karena sering melakukan interaksi atau bertemu dalam satu forum yang sama. Kelompok ini tidak memiliki struktur yang mengikat dan tidak terdapat aturan yang pasti. Kelompok informal biasanya dalam pembentukannya tidak di sengaja. Ciri Informal grub antara lain; Tidak memiliki aturan yang jelas Tidak ada kesatuan perintah dalam melakukan kegiatan dalam kelompok ini Dibentuk untuk kepentingan bersama Memiliki rasa loyalitas yang tinggi Hanya berupa kesepakatan sosial saja Tidak terdapat struktur organisasi Syarat Kelompok Sosial Syarat terbentuknya kelompok sosial antara lain; Anggota kelompok menyadari atas keterlibatannya dalam sebuah kelompok sosial Memiliki kesamaan latar belakang atau karakteristik tertentu Terdapat aturan Terdapat struktur Adanya bentuk perilaku yang harus dipatuhi Kesimpulan Dari penjelasan terkait dengan macam-macam bentuk kelompok sosial berdasarkan klasifikasi tertentu sejatinya masih banyak lagi. Hal ini lantaran kelompok sosial ini seiring berjalannya waktu akan terus berkembang dan sesuai dengan keinginan masyarakat. Penjelasan kelompok sosial ini semoga dapat bermanfaat untuk semua yang membaca dan dapat menambah pengetahuan tentang kelompok sosial. Ketika mengenal kelompok sosial kita akan mengetahui dalam kelompok sosial apa saja kita terlibat. Dimana dalam kelompok sosial memiliki banyak jenis. Hal tersebut dapat dilihat dari tujuan adanya kelompok sosial tersebut. Kegiatan yang dilakukan juga sangat beragam. Keterlibatan anatar individu satu dengan yang lain juga memiliki porsi yang berbeda-beda. Kelompok sosial secara umum ditandai dengan sering tidaknya interaksi, orang melakukan interaksi merupakan anggota kelompok, dan pihak yang mengakui bahwa bagian dari anggota kelompok. Kelompok sosial pasti akan ada dimanapun seseorang tersebut berada. Faktor utama terbentunya suatu kelompok sosial adalah sebagai wujud kesadaran masyarakat akan pentingnya dalam melakukan sebuah interaksi. Interaksi yang hanya keperluan tertentu atau bahkan lingkungan yang memilikiloyalitas yang tinggi. Masyarakat memliki keinginan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Nah, demikianlah artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan jenis bentuk kelompok sosial yang ada di masyarakat, ciri, dan contohnya yang mudah ditemukan. Semoga memberik edukasi bagi semua kalngan yang memerlukannya.
Pengertianpatembayan adalah kelompok sosial yang ikatan antaranggotanya
– Kelompok sosial termasuk sebagai unsur dalam organisasi sosial di masyarakat. Organisasi sosial adalah jaringan hubungan antarwarga masyarakat yang bersangkutan di dalam suatu tempat dalam waktu yang lama. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai bentuk kelompok sosial yang teratur dalam masyarakat pada materi sosiologi kelas 10 SMA. O iya, kelompok sosial adalah kumpulan orang yang mempunyai kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi, Kelompok sosial juga diartikan sebagai dua orang atau lebih yang mempunyai kesamaan identitas dan berinteraksi antarsatu dan lainnya secara terstruktur untuk mencapai tujuan bersama. Kelompok sosial dalam masyarakat ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kelompok sosial teratur dan kelompok sosial tidak teratur. Kedua jenis tersebut memiliki bentuk yang beragam, Adjarian. Yuk, kita cari tahu bentuk kelompok sosial yang teratur dalam masyarakat berikut ini! “Kelompok sosial adalah salah satu unsur organisasi sosial.” Baca Juga 4 Prinsip Kekerabatan dalam Kelompok Sosial Bentuk Kelompok Sosial yang Teratur Kelompok sosial yang teratur terbagi menjadi beberapa bentuk, yaituItulahPenjelasan dari Lembaga sosial yang terbentuk dalam masyarakat melalui ikatan pernikahan disebut lembaga? Kemudian, kami sangat menyarankan anda untuk membaca juga soal Barang Yang penggunaannya dapat saling melengkapi satu sama lain adalah barang? lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasannya. Apabila masih ada pertanyaan lain kalian juga bisa langsung ajukan lewat kotak komentar Kelompok sosial menjadi salah satu bahasan penting dalam sosiologi. Kelompok sosial ini merupakan hubungan dalam jumlah besar atau kecil antara individu dan masyararakat, atau sebagainya. Contoh nyata mengenai kelompok sosial yang paling besar adalah negara dan bangsa. Penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, berikut akan dijabarkan mengenai pengertian, ciri, bentuk, macam, dan proses pembentukan kelompok sosial. Kelompok SosialPengertian Kelompok SosialPengertian Kelompok Sosial Menurut Para AhliSoerjono SoekantoRoland Freedman CsSherifBentuk Kelompok SosialKelompok Primer Primary GroupKelompok sekunderKelompok Formal formal groupKelompok Informal informal groupIn-GroupOut-GroupGemeinschaft PaguyubanGessellschaft PatembayanKelompok Referensi Reference groupKelompok Membership Membership GroupPriilaku KolektifSyarat-Syarat Pembentukan Kelompok SosialManfaat Terbentuknya Kelompok SosialContoh Kelompok Sosial dalam MasyarakatSebarkan iniPosting terkait Kelompok sosial terjadi secara naluriah di dalam kehidupan manusia, sebagai manusia yang normal tentusaja membutukan teman dengan jumlah banyak atau kecil. Teman-temen yang ada disekeliling kita tersebut sudah bisa di definisikan sebagai kelompok sosial yang nyata. Pengertian Kelompok Sosial Pengertian kelompok sosial adalah sekumpulan individu yang terikat dan menjalin interaksi sosial satu dengan yang lainnya. Interkasi sosial tersebut bisa menjadikan manusia untuk saling mengerti dan memahami antar sesama. Dalam mengontrol kelompok sosial agar dianggap sesuai dengan ketraturan sosial makna diperlukan upaya untuk membentuk struktur sosial. Baca Juga; Pengertian Struktur Sosial, Bentuk, Fungsi, dan Prosesnya Definisi para ahli mengenai pengertian kelompok sosial, antara lain adalah sebagai berikut; Soerjono Soekanto Menurutnya, kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan sosial. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik saling memengaruhi dan suatu kesadaran saling menolong. Roland Freedman Cs Definisi kelompok sosial menurut Roland Freedman Cs adalah susunan organisasi yang ada di dalam masyarakat, dengan tersusun antara dua dan bisa lebih jumlahnya. Dimana satu dengan lainnya terjadi hubungan ketergantungan yang menyebabkan terciptanya ikatan – ikatan secara bersisitem. Sherif Sherif memberikan arti kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang ada di dalam masyarakat. Dengan susunan terperinci dan jelas antara tugas dan wewenang, hingga kondisi ini seringkali berkaitan dengan struksur sosial yang dilakukan untuk mengendalikan berbagai bentuk penyimpangan sosial. Dari pengertian menurut para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang membentuk keterikatan satu dengan yang lainnya, meskipun ikatan tersebut dibentuk dengan latar belakang yang berbeda. Akan tetapi yang pasti dalam kelompok sosial menginginkantujuan yang sama. Bentuk Kelompok Sosial Bentuk-bentuk atau jenis-jenis yang ada dalam kelompok sosial, antara lain adalah sebagai berikut; Kelompok Primer Primary Group kelompok primer adalah kelompok sosial yang antara nggotanya saling mengenal, sering bertatap muka face to face, bekerja sama dengan sifat pribadi, dan bersifat permanen. Kelompok sosial ini akan bisa berjalan dengan baik dan dalam jangka waktu yang lama. Contoh dalam kelompok primer adalah keluarga. Kelompok sekunder Kelompok sekunder adalah kelompok sosial dengan jumlah anggota banyak, hubungan antaranggota bersifat formal, antar anggota tidak saling mengenal, dan tidak permanen. Kelompok sosial ini bisa dikatakan berlawanan dengan kelompok primer. Contoh yang ada di dalam kelompok primer misalnya saja adalah Lembaga Politik, khususnya partai politik yang hubungan antar anggotaya bersifat formal selain itu juga satu dengan yang lainnya tidak saling mengenal. Bahkan dalam politik dikatakan sebagai kelompok primer karena tidak ada istilah kawan dan lawan di dalamnya. Kelompok Formal formal group Kelompok formal adalah organisasi kelompok yang ada di dalam masyarakat dan juga terbentuk secara resmi, mempunyai peraturan tegas dan sengaja dibuat oleh anggota-anggotanya untuk ditaati, serta berfungsi mengatur hubungan antaranggota. Contoh yang bisa disebutkan dalam kelompok formal ini adalah koperasi desa. Peraturan dan jenis struktur yang ada dalam Kopersi Desa yang digunakan untuk antar anggota di dalam kelompoknya. Misalnya adalah kebijakan mengenai peminjaman dana, dan lainnya. Kelompok Informal informal group Kelompok informal adalah organisasi kelompok yang dibentuk dengan tidak resmi, tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti, serta peraturan yang ada di dalam kelompok informal tidak tertulis secara resmi atau jelas. Contohnya dalam kelompok informal yang ada di dalam masyarakat adalah peguyuban kopi hitam. Dalam paguyupan tersebut tidak disebutkan mengenai peraturan berkumpul harus meminum kopi hitam, atau hal lainnya yang sifatnya nonformal. In-Group In-group adalah salah satu jenis kelompok sosial yang individunyanya mengidentifikasikan diri dalam kelompok tersebut. Out-Group Out-Group adalah kelompok yang dianggap sebagai kelompok luar atau kelompok yang dianggap sebagai lawan. Gemeinschaft Paguyuban Gemeinschaft yaitu bentuk kehidupan bersama antaranggota masyarakat yang mempunyai hubungan solidaritas mekanis, bersifat alami, dan kekal. Kelompok paguyuban sering dikaitkan dengan kondisi yang dialami oleh masyarakat desa. Gessellschaft Patembayan Pengertian patembayan adalah bentuk kehidupan yang bersifat pamrih, mempunyai hubungan solidaritas organis, dan bertangsung dalam jangka waktu pendek. Kelbmpok jenis ini identik dengan masyarakat kota yang kompleks. Kelompok Referensi Reference group Kelompok referensi adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang bukan anggota keompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Kelompok Membership Membership Group Kelompok membership adalah kelompok yang hubungan antara nggotanya terjadi secara fisik. Ukuran utama keanggotaan seseorang adalah interaksmnya dengan kelompok sosial yang bersangkutan. Priilaku Kolektif Priilaku kolektif adalah bagian daripada ciri kelompok sosial yang cenderung bersifat sementara, tidak terorganisasi, dan merupakan perilaku spontanitas. Adapun jenis perilaku kolektif sebagai berikut. Kerumunan yaitu kumpulan individu yang bersifat sementara. Ukuran utama dan kerumunan adalah kehadiran individu secara fisik dan tidak terorganisasi. Kerumunan dibedakan menjadi hadirin audience, kerusuhan riot, pesta pora orgi, dan kepanikan. Prilaku massa yaitu penilaku kelompok yang bukan satu kesatuan, tidak tens truktur dan terorganisasi, serta terjadi interaksi tidak langsung melalui alat-alat komunikasi. Kelompok sosial dalam yang ada di dalam masyarakat dapat terbentuk secara alami ataupun terbentuk dengan proses di sengaja. Kelompok sosial yang terbentuk secara alami misalnya keluarga inti dan ikatan kelompok kekerabatan. Adapun kelompok yang sengaja dibentuk misalnya organisasi atau perkumpulan. Faktor yang melatarbelakangi seseorang membentuk atau bergabung dalam kelompok sosial, antara lain dipengaruhi oleh syarat-sayarat yang ada. Syarat-Syarat Pembentukan Kelompok Sosial Syarat terbentuknya kelompok sosial tersebut sebagai berikut; Kesamaan darah dan keturunan genealogi. Faktor geografis suatu daerah. Kesamaan daerah asal. Kesamaan kepentingan. Manfaat Terbentuknya Kelompok Sosial Berbgai manfaat yang bisa didapatkan oleh masyarakat secara luas mengeai terbentuknya kelompok sosial, manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut; Mudah Mengkordinir Masyarakat, manfaat besar yang diperoleh dengan terbentuknya kelompok sosial ialah bisa dengan langkah mudah mengumpulan masyarakat. Alasan ini diungkapkan karena masyarakat yang ada di suatu wilayah akan bisa tersusun rapih jika dalam masyarakat tersebut ada struktur sosial pemerintahan. Mengurangi Terjadinya Konflik, konflik yang terjadi di beberapa negara banyak sekali menimbulkan beban dan juga masalah. Oleh karena itulan di dalam upaya mengurangi beban yang terjadi diseprlukan adanya kelompok sosial, hal tersebut dikatakan karena masyarakat akan saling menghirmati jika sering melakukan interaksi sosial. Contoh Kelompok Sosial dalam Masyarakat Contoh kelompok yang ada di dalam kehdiupan sehari-hari adalah adanya Negara dan Bangsa Indonesia dengan multietnis. Lantaran memiliki sejarah yang sama inilah Bangsa Indonesia memutuskan satu dalam nusantara. Meskpun persatuan tersebut tidak hanya untuk satu golongan etnis, agama, dan lainnya. Akan tetapi yang pasti dalam persatuan kelompok sosial yang terjadi di dalam masyarakat Indonesia dilakukan untuk bisa mencapai cita-cita yang diimpikan,cita-cita ialah tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Demikinlah penjelasan mengenai pengertian, ciri, bentuk, macam, dan proses pembentukan kelompok sosial dalam masyarakat. Semoga dengan adanya bahasan ini bisa memberikan wawasan dan pengetahuan mendalam bagi segenap pembaca yang saat ini membutuhkan refrensi mengenai “Materi Kelompok Sosial”. Trimakasih,Setiapkelompok sosial memiliki ikatan antarindividu yang
Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang27 Oktober 2021 1254Halo Nuriyana A, kakak bantu jawab ya! Menurut Charles Horton Cooley terdapat dua bentuk kelompok sosial, yaitu 1 Kelompok primer primary group, merupakan kelompok yang antar anggotanya saling bertatap muka, saling mengenal dari dekat dan memiliki hubungan yang intim atau lebih erat, kelompok primer bisa ditemui dalam suatu keluarga inti/besar maupun kerabat. 2 Kelompok sekunder secondary group, merupakan kelompok yang memiliki sedikit kedekatan sosial, dan merujuk kepada sebuah kelompok formal impersonal dimana interaksi dalam kelompok bersifat kurang kekeluargaan, kelompok sekunder bisa dijumpai/contoh kelompok sekunder ialah partai politik, persatuan guru republik indonesia PGRI, serikat pekerja dan mitra dagang. Berdasarkan penjelasan diatas, ikatan pedagang termasuk ke dalam contoh kelompok sosial sekunder secondary group karena ikatan pedagang mempunyai karakteristik dari kelompok sekunder seperti hubungannya didasari karena kepentingan/tujuan yang sama, bersifat formal, ikatan emosional atau keakraban antar anggota kelompok cenderung lebih lemah. Jadi, jawaban yang tepat adalah C. Semoga jawabannya membantu ya!
Ikatandalam solidaritas sosial mekanik yang didasarkan pada kepercayaan dan kesetiakawanan disebut . SD Matematika Bahasa Indonesia IPA Terpadu Penjaskes PPKN IPS Terpadu Seni Agama Bahasa DaerahPembahasanMateri yang dibahas pada soal adalah kelompok sosial. Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Oleh karena itu, kelompok sosial bukan hanya merupakan kumpulan manusia, tetapi juga mempunyai suatu ikatan psikologis yang diwujudkan dalam bentuk interaksi sosial secara tetap dan teratur. Pada dasarnya kelompok sosial dibedakan menjadi kelompok sosial teratur dan tidak teratur. Bentuk-bentuk kelompok sosial teratur di antaranya In-group , merupakan kelompok sosial yang individunya mengidentifikasi diri dalam kelompok tersebut. Out-group , yaitu kelompok yang dianggap sebagai kelompok luar atau kelompok yang dianggap sebagai lawan. Kelompok primer , yaitukesatuan hidup manusia yang ditandai dengan hubungan antaranggotanya yang berlangsung secara tatap muka, saling mengenal, mesra dan akrab, kerja sama yang erat dan bersifat pribadi. Kelompok sekunder, yaitukelompok yang hubungan antaranggotanya kurang akrab, renggang bahkan tidak saling mengenal. Paguyuban , yaitubentuk kehidupan bersama yang para anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan. Patembayan , yaituikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran berkala serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin. Kelompok formal , yaitukelompok-kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh angota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara anggota-angotanya. Kelompok informal, yaitukesatuan hidup manusia yang tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu. Kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan berulang kali dan pertemuan tersebut menjadi dasar bagi bertemunya kepentingan-kepentingan dan pengalaman yang sama. Kelompok membeship , yaitukelompok yang menunjukkan seseorang secara resmi dan secara fisik menjadi anggota. Kelompok reference , yaitukelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Kelompok okupasional , yaitukelompok yang terdiri atas orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Kelompok okupasional biasa terdapat pada masyarakat heterogen. Kelompok volunter , yaitudidasarkan pada kepentingan-kepentingan primer yang mencakup kebutuhan pangan, sandang, dan papan, keselamatan jiwa dan harta benda, harga diri, mengembangkan potensi diri, kasih sayang, dan sebagainya. Adapun kelompok sosial tidak teratur di antaranya Kerumunan , adalah sekumpulan orang yang berada di suatu tempat, akan tetapi di antara mereka tidak berhubungan secara tetap. Publik , merupakan kelompok yang bukan merupakan kesatuan. Interaksi berlangsung melalui alat-alat komunikasi dan tidak langgeng. Massa , diartikan sebagai keseluruhan dari kerumunan sosial. Ciri-ciri kelompok sosial teratur Merupakan kesatuan yang nyata atau ada tidaknya organisasi. Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompoknya . Ada hubungan timbal balik dan saling memengaruhi antaranggotanya . Adanya faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan di antara anggotanya bertambah erat. Memiliki struktur, aturan-aturan, dan pola perilaku . Ciri-ciri kelompok tidak teratur Orang-orang dalam kelompok sosial tidak saling mengenal . Kehadiran orang-orang di tempat berkumpul hanya bersifat fisik atau tidak ada kontak batin. Motivasi berkumpul disebabkan adanya sesuatu yang menjadi pusat perhatian . Antara individu yang satu dan individu lainnya tidak terorganisasi . I nteraksi antarindividu bersifat spontan, tidak terduga, sangat lemah, dan singkat . Orang-orang yang hadir dan berkumpul mempunyai kedudukan sosial yang sama tidak berstruktur . Setiap orang bebas masuk atau keluar dari kelompok sosial . Terwujud pada tempat tertentu dan hanya untuk sementara .Materi yang dibahas pada soal adalah kelompok sosial. Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Oleh karena itu, kelompok sosial bukan hanya merupakan kumpulan manusia, tetapi juga mempunyai suatu ikatan psikologis yang diwujudkan dalam bentuk interaksi sosial secara tetap dan teratur. Pada dasarnya kelompok sosial dibedakan menjadi kelompok sosial teratur dan tidak teratur. Bentuk-bentuk kelompok sosial teratur di antaranya In-group, merupakan kelompok sosial yang individunya mengidentifikasi diri dalam kelompok tersebut. Out-group, yaitu kelompok yang dianggap sebagai kelompok luar atau kelompok yang dianggap sebagai lawan. Kelompok primer, yaitu kesatuan hidup manusia yang ditandai dengan hubungan antaranggotanya yang berlangsung secara tatap muka, saling mengenal, mesra dan akrab, kerja sama yang erat dan bersifat pribadi. Kelompok sekunder, yaitu kelompok yang hubungan antaranggotanya kurang akrab, renggang bahkan tidak saling mengenal. Paguyuban, yaitu bentuk kehidupan bersama yang para anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan. Patembayan, yaitu ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran berkala serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin. Kelompok formal, yaitu kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh angota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara anggota-angotanya. Kelompok informal, yaitu kesatuan hidup manusia yang tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu. Kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan berulang kali dan pertemuan tersebut menjadi dasar bagi bertemunya kepentingan-kepentingan dan pengalaman yang sama. Kelompok membeship, yaitu kelompok yang menunjukkan seseorang secara resmi dan secara fisik menjadi anggota. Kelompok reference, yaitu kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Kelompok okupasional, yaitu kelompok yang terdiri atas orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Kelompok okupasional biasa terdapat pada masyarakat heterogen. Kelompok volunter, yaitu didasarkan pada kepentingan-kepentingan primer yang mencakup kebutuhan pangan, sandang, dan papan, keselamatan jiwa dan harta benda, harga diri, mengembangkan potensi diri, kasih sayang, dan sebagainya. Adapun kelompok sosial tidak teratur di antaranya Kerumunan, adalah sekumpulan orang yang berada di suatu tempat, akan tetapi di antara mereka tidak berhubungan secara tetap. Publik, merupakan kelompok yang bukan merupakan kesatuan. Interaksi berlangsung melalui alat-alat komunikasi dan tidak langgeng. Massa, diartikan sebagai keseluruhan dari kerumunan sosial. Ciri-ciri kelompok sosial teratur Merupakan kesatuan yang nyata atau ada tidaknya organisasi. Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompoknya. Ada hubungan timbal balik dan saling memengaruhi antaranggotanya. Adanya faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan di antara anggotanya bertambah erat. Memiliki struktur, aturan-aturan, dan pola perilaku. Ciri-ciri kelompok tidak teratur Orang-orang dalam kelompok sosial tidak saling mengenal. Kehadiran orang-orang di tempat berkumpul hanya bersifat fisik atau tidak ada kontak batin. Motivasi berkumpul disebabkan adanya sesuatu yang menjadi pusat perhatian. Antara individu yang satu dan individu lainnya tidak terorganisasi. Interaksi antarindividu bersifat spontan, tidak terduga, sangat lemah, dan singkat. Orang-orang yang hadir dan berkumpul mempunyai kedudukan sosial yang sama tidak berstruktur. Setiap orang bebas masuk atau keluar dari kelompok sosial. Terwujud pada tempat tertentu dan hanya untuk sementara.BabV Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural -> Amiks Documents Hal.. 29 BAB V PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL A. KELOMPOK SOSIAL 1. Pengertian : Giddens (1994) -> kelompok sosial : sejumlah orang yang berinteraksi satu sama lain secara teratur Johnson (1986) -> kelompok sosial : dua atau lebih orang yang saling berinteraksi dengan cara-cara Pengertian Kelompok Sosial – Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Kebutuhan interaksi ini merupakan kebutuhan mendasar yang jika tidak dipenuhi, manusia bisa merasakan jenuh bahkan sampai stress. Kita lihat akibat pandemi Covid19 seperti sekarang ini, banyak laporan menyebutkan tingkat stress masyarakat meningkat. Keterbatasan interaksi sosial yang mendadak menjadi salah satu sebabnya. Kelompok-kelompok sosial berkurang dan jarang berkumpul seperti dulu. Seberapa besar sih peran kelompok sosial? Grameds, yuk kita bahas bersama tentang kelompok sosial. A. Pengertian Kelompok Sosial1. Soerjono Soekanto2. George Homans3. Paul B. Horton dan Chester Chester L. HuntB. Proses Terbentuknya Kelompok Sosial1. Dorongan untuk bertahan hidup2. Dorongan untuk meneruskan garis keturunan3. Dorongan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaanC. Kelompok Sosial VS Kelas SosialD. Macam-macam Kelompok Sosial1. Kelompok Sosial Berdasarkan Proses Terbentuknyaa. Kelompok semu1. Kerumunan atau crowd2. Massa3. Publikb. Kelompok nyata1. Kelompok statistik2. Kelompok Masyarakat3. Kelompok masyarakat khusus4. Kelompok asosiasi2. Kelompok Sosial Berdasarkan Ikatan Anggotaa. Etnisb. Bangsac. Masyarakatd. Paguyubane. Patembayanf. Komunitasg. Organisasi sosialE. Klasifikasi Kelompok SosialF. Syarat Kelompok Sosial 1. Adanya interaksi antar anggota2. Interdependen3. Kesadaran4. Adanya kesamaan5. Rasa menjadi bagian6. Struktur7. Mempunyai sistem dan terus menjalankan proses Ciri-ciri Kelompok SosialH. Nilai dan Norma yang Berlaku Dalam Kelompok Sosial Seperti biasa, definisi terkadang tidak dapat mendeskripsikan gambaran yang benar-benar tepat apa yang didefinisikan karena keterbatasan kata, diksi, atau metafora. Namun dengan definisi, setidaknya kita bisa memahami sesuatu mendekati pengertian sebenarnya. Definisi tentang kelompok sosial telah diungkapkan oleh banyak ahli. Berikut ini merupakan pendapat para ahli mengenai kelompok sosial 1. Soerjono Soekanto Profesor sosiologi dari Universitas Indonesia tersebut mendefinisikan kelompok sosial sebagai kesatuan-kesatuan atau himpunan manusia yang hidup berdampingan karena memiliki hubungan yang saling timbal balik dan saling mempengaruhi satu sama lain. 2. George Homans Sosiolog asal Amerika Serikat ini mendefinisikan kelompok sosial sebagai kumpulan individu yang saling berinteraksi, melakukan kegiatan, dan memiliki perasaan yang mendorong untuk membentuk sesuatu yang terorganisir secara menyeluruh dan saling timbal balik. 3. Paul B. Horton dan Chester Chester L. Hunt Kedua sosiolog ini mendefinisikan kelompok sosial sebagai sekumpulan manusia yang sadar akan keanggotaannya sebagai makhluk sosial kemudian saling berinteraksi satu sama lain. B. Proses Terbentuknya Kelompok Sosial Fitrah manusia sebagai makhluk sosial mendorong manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya. Manusia saling membutuhkan satu sama lain. Karena sifat dasar tersebut, kelompok sosial dengan mudah terbentuk secara alami. Adanya interaksi menjadikan mereka berkumpul, membuat kelompok baik terorganisir atau tidak, lalu membuat kegiatan di dalamnya. Semakin panjang interaksi mereka, semakin kuat ikatan yang terjalin. Semakin kuat ikatan tersebut, semakin kuat persatuan dan kesatuan di dalam kelompok tersebut. Kuatnya ikatan perasaan di dalam kelompok tersebut dipengaruhi oleh kesamaan dalam tujuan, pemikiran, hobi, cita-cita, perilaku, dan sebagainya. Selain itu, ada beberapa dorongan yang menjadikan manusia butuh untuk berkelompok. Pendorong-pendorong tersebut dapat dijabarkan melalui penjelasan di bawah ini 1. Dorongan untuk bertahan hidup Salah satu kebutuhan manusia adalah dengan bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan manusia untuk saling tolong menolong. Melakukan kegiatan ekonomi saja, manusia memerlukan manusia lainnya, baik sebagai produsen, distributor, ataupun konsumen. 2. Dorongan untuk meneruskan garis keturunan Kebutuhan lain manusia yang tidak mungkin dapat dicapai oleh dirinya sendiri adalah memiliki garis keturunan. Untuk mempunyai keturunan, seseorang harus menikahi lawan jenisnya. Dari pernikahan tersebut akan terbentuk kelompok sosial kecil berupa keluarga. 3. Dorongan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan Pekerjaan yang dilakukan seorang diri, terlebih tanpa pembagian tugas dan manajemen yang baik tentunya sangat melelahkan. Bayangkan saya misalnya dalam sebuah keluarga, seorang ibu harus mencari nafkah, membereskan urusan rumah tangga, mendidik anak, memasak, dan lain-lain dan semua itu dikerjakan sendiri, tentu melelahkan. Tidak adanya efektivitas, efisiensi, dan pembagian tugas dalam pekerjaan menyebabkan pekerjaan terasa sangat berat. Hingga terbentuklah bermacam-macam kelompok sosial. Ada yang berdasarkan hobi. Ada yang berdasarkan cita-cita. Ada yang berdasarkan pemikiran. Bahkan ada yang berdasarkan kesamaan nasib. Mereka membentuk kelompok sosial untuk saling menguatkan satu sama lain. Karena pada dasarnya, manusia akan kesulitan untuk berjuang sendiri. C. Kelompok Sosial VS Kelas Sosial Kelompok sosial berbeda dengan kelas sosial. Jika kelompok sosial terbentuk secara alami karena adanya ikatan perasaan dan kebutuhan, kelas sosial tercipta karena adanya perbedaan tingkatan antara manusia satu dengan manusia lainnya. Kelas sosial pada umumnya muncul karena adanya pihak yang menganggap diri atau kelompoknya lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain. D. Macam-macam Kelompok Sosial Kelompok sosial terbagi menjadi beberapa macam dan kategori. Berdasarkan proses terbentuknya, kelompok sosial terbagi menjadi kelompok semu, kelompok nyata, kelompok statistik, kelompok statistik, kelompok kemasyarakatan, kelompok masyarakat khusus, dan kelompok asosiasi. Sementara berdasarkan ikatan antar anggotanya, kelompok sosial terbagi menjadi kelompok sosial etnis, bangsa, masyarakat, paguyuban, patembayan, komunitas, dan organisasi sosial. Penjelasan lebih rinci akan kita bahas di bawah ini. Yuk Grameds check it out! 1. Kelompok Sosial Berdasarkan Proses Terbentuknya a. Kelompok semu Kelompok semu terdiri dari orang-orang yang terbentuk sementara secara spontan dan tidak memiliki identitas, aturan, ikatan, ataupun tujuan bersama. Dalam kelompok semu, interaksi dan komunikasi hanya bersifat sementara dan tidak mengikat. Oleh karena itu, kelompok semu tidak bertahan lama. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, contoh kelompok semu adalah 1. Kerumunan atau crowd Kerumunan merupakan kumpulan yang terjadi secara spontan dan tidak teratur. Kerumunan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu – Kerumunan formal formal crowds Kerumunan yang mempunyai pusat perhatian yang sama. Contoh penonton sepak bola, penonton bioskop, dan sebagainya. – Kerumunan terencana yang ekspresif Planned expressive group Kerumunan yang terencana, tidak mempunyai pusat perhatian yang sama, namun memiliki tujuan yang sama. Contoh orang yang menghadiri pesta, orang yang rekreasi, dan sebagainya. – Kerumunan santai namun tidak nyaman Inconvenient Causal Crowds Kerumunan yang terbentuk karena adanya kebutuhan untuk menggunakan fasilitas umum di suatu tempat. Contoh orang sedang menunggu bis, orang sedang menunggu antrian, dan lain-lain. – Kerumunan panik Panic Causal Crowd Kerumunan yang terbentuk karena adanya kepanikan dan ingin menyelamatkan diri dari sebuah marabahaya. Contoh kerumunan di titik evakuasi bencana alam, dan lain-lain. – Spectator Casual Crowd Kerumunan yang terbentuk karena adanya suatu peristiwa tertentu. Contoh kerumunan karena adanya penampakan UFO di langit atau pergerakan indah dari sekelompok burung, dan sebagainya. – Kerumunan yang melawan hukum Acting Lawless Crowds Kerumunan yang terbentuk karena adanya sebuah tindakan yang melawan hukum. Contoh tawuran, pengeroyokan, dan sebagainya. – Kerumunan yang berlawanan dengan moral Immoral Lawless Crowds Kerumunan ini terbentuk karena kumpulan orang yang melakukan kegiatan yang berlawanan dengan nilai dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat tertentu. Contoh kerumunan orang mabuk. Sma/Ma Buku Interaktif Sosiologi Peminatan 2. Massa Kelompok sosial jenis ini hampir sama dengan kerumunan, bedanya massa direncanakan dan diorganisir. Massa sifatnya tidak spontan. Contoh Demonstrasi, kampanye, parade, dan lain-lain. 3. Publik Publik merupakan kumpulan individu dalam jumlah besar namun secara fisik tidak harus berada di satu tempat yang sama. Publik biasanya direncanakan dan tidak jarang satukan karena alat komunikasi. Contoh pemirsa TV dan youtube. b. Kelompok nyata Kelompok nyata merupakan kelompok sosial yang bersifat tetap. Sebagian besar kelompok yang ada di masyarakat merupakan kelompok nyata. Kelompok nyata terbagi menjadi beberapa jenis lagi, yaitu 1. Kelompok statistik Biasanya, kelompok sosial jenis ini ada karena keperluan penelitian. Kelompok ini tidak terorganisir, apalagi terencana. Tidak ada kesadaran berkelompok dalam kelompok statistik dan ada karena disesuaikan dengan kepentingan. Contoh kelompok penduduk usia 17-65 tahun, kelompok remaja yang mempunyai akun media sosial, dan lain-lain. 2. Kelompok Masyarakat Kelompok sosial yang terbentuk karena adanya kesamaan kepentingan di antara anggotanya. Namun demikian, kesamaan kepentingan tersebut tidak lantas menjadikan kepentingan bersama dalam kelompok ini. Kelompok ini terbentuk secara alami dan spontan, tanpa perlu direncanakan. Kelompok masyarakat memungkinkan adanya sarana kesadaran berkelompok dan interaksi karena adanya sarana pemersatu. Sifatnya tetap dan memiliki kemungkinan tidak dibatasi oleh wilayah. Contoh 3. Kelompok masyarakat khusus Kelompok ini terbentuk karena adanya kesamaan yang khusus dan lebih spesifik di antara anggotanya. Kesamaan tersebut bisa berupa usia, gender, tempat tinggal, pekerjaan, dan lain-lain. Kelompok ini terbentuk secara alami dan biasanya terbentuk karena ketersediaan sarana untuk bersatu. Anggotanya memiliki kesadaran dalam berkelompok dan interaksi yang kontinu. 4. Kelompok asosiasi Kelompok ini memiliki sifat tetap. Keberadaannya sengaja dibentuk dan direncanakan dengan baik. Biasanya kelompok ini mempunyai organisasi yang kuat dan memiliki sistem yang terorganisir dengan baik. 2. Kelompok Sosial Berdasarkan Ikatan Anggota a. Etnis Etnis atau suku merupakan kelompok sosial yang pengelompokannya didasarkan pada kemiripan dalam hal garis keturunan. Selain itu, etnis juga mempunyai kemiripan budaya, bahasa, dan ideologi yang sama. Kesamaan-kesamaan tersebut menentukan seseorang diakui atau tidak dalam etnis tertentu. Contoh persatuan ikatan mahasiswa etnis tertentu, persaudaraan etnis tertentu, dan sebagainya. b. Bangsa Bangsa merupakan kelompok sosial yang pengelompokannya disatukan oleh nasionalisme pada negara. Bangsa terbentuk karena adanya penderitaan, sejarah, nasib, dan perjuangan yang sama. Contoh Bangsa Indonesia, Bangsa Jerman, Bangsa Amerika, dan lain-lain. c. Masyarakat Kelompok sosial jenis ini merupakan kelompok sosial yang cakupannya luas dan ciri-cirinya beragam. Pada umumnya, masyarakat dikelompokkan berdasarkan wilayah tempat tinggal, mata pencaharian, kemajuan peradaban, dan lain-lain. Contoh netizen, masyarakat desa, masyarakat kota, masyarakat Pulau Jawa, dan lain-lain. Sosiologi Komunikasi Massa d. Paguyuban Paguyuban merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena adanya ikatan batin yang kuat. Dalam prakteknya, tidak jarang gotong royong dan tolong-menolong antar anggota didasari ketulusan tanpa kepentingan dan pamrih. Beberapa diantaranya memiliki garis keturunan yang sama. Beberapa yang lain diikat oleh rasa kebersamaan dan solidaritas. Paguyuban memiliki ciri-ciri intim Hubungan yang erat dan menyeluruh, privat hubungannya bersifat pribadi, dan eksklusif hanya untuk “kita” saja, selain “kita” tidak termasuk. Contoh keluarga inti, keluarga besar, rukun tetangga, dan sebagainya. e. Patembayan Patembayan adalah kelompok sosial yang memiliki ikatan lahiriah, biasanya kurang disertai adanya ikatan batin. Sehingga dalam prakteknya, interaksi dilakukan karena adanya kepentingan satu sama lain. Hal ini berisiko ikatan kelompok ini sifatnya tidak berjangka panjang. Terbentuknya patembayan didasari atas pemikiran rasional yang lebih mempertimbangkan untung-rugi ikut serta di dalamnya. Jika seseorang anggota sudah tidak memiliki kepentingan apapun, dia bisa keluar sewaktu-waktu dari kelompok. Contoh ikatan antar pedagang, ikatan pengusaha, ikatan alumni sekolah, serikat pekerja, dan sebagainya. f. Komunitas Komunitas adalah kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan karakteristik seperti hobi, geografi, profesi, agama, ras, dan lain-lain. Di dalam komunitas, memungkinkan terjadinya interaksi yang saling membantu sehingga ikatan perasaan cukup kuat di dalamnya. Contoh komunitas pendaki gunung, komunitas gowes, komunitas fotografi, dan lain-lain. g. Organisasi sosial Organisasi sosial merupakan kelompok sosial yang memiliki struktur yang jelas. Masing-masing anggota memiliki tugas dan peran masing-masing. Dan semua diatur dengan rapi, spesifik, dan terukur. Organisasi sosial keanggotaannya bersifat resmi dan sifat lembaganya memiliki identitas yang jelas dan diakui. E. Klasifikasi Kelompok Sosial Kelompok sosial dibagi menjadi beberapa klasifikasi, yaitu sebagai berikut Berdasarkan atas cara terbentuknya, seperti kelompok semu dan kelompok nyata. Berdasarkan kualitas hubungan antar anggotanya, seperti kelompok primer hubungan cenderung informal dan kelompok sekunder hubungan cenderung formal. Berdasarkan kekuatan ikatan antar anggotanya, seperti paguyuban dan patembayan. Berdasarkan pencapaian tujuannya, seperti kelompok formal mempunyai aturan sendiri dan kelompok informal memiliki tujuan bersama namun tidak resmi. F. Syarat Kelompok Sosial Sebuah kelompok dapat dikatakan sebagai kelompok sosial jika memenuhi beberapa syarat di bawah ini, yaitu 1. Adanya interaksi antar anggota Adanya kelompok sosial untuk mewadahi interaksi anggotanya. Sebuah kelompok yang tidak memiliki interaksi tidak dapat dikatakan sebagai kelompok, melainkan hanya kumpulan individu. 2. Interdependen Anggota satu dengan lainnya saling mempengaruhi perilaku dan sikap. 3. Kesadaran Setiap anggota memiliki kesadaran akan keterlibatannya di dalam kelompok tersebut. 4. Adanya kesamaan Adanya kesamaan, baik itu nasib, penderitaan, daerah, profesi, dan lainnya, dapat mempererat ikatan antar anggota. 5. Rasa menjadi bagian Perasaan dan persepsi ini harus dimiliki oleh anggota dari kelompok sosial. Dengan merasa menjadi bagian kelompok, seseorang dapat merasakan manfaat adanya kelompok sosial. 6. Struktur Adanya struktur akan menuntun anggota untuk melaksanakan peran dan tugasnya sebagai bagian dari kelompok sehingga keberadaan kelompok sosial dapat dirasakan. 7. Mempunyai sistem dan terus menjalankan proses berkembang. G. Ciri-ciri Kelompok Sosial Jika ditemukan ciri-ciri seperti di bawah ini, maka bisa dikatakan sebagai kelompok sosial Adanya motivasi, dorongan, dan motif yang sama antara satu individu dengan lainnya. Adanya pembagian tugas atau penegasan fungsi sehingga masing-masing memiliki kesadaran peran dan wewenangnya di dalam kelompok. Adanya akibat dari interaksi yang dilakukan oleh anggota satu dengan anggota lainnya. Terbentuknya norma di dalam kelompok yang sesuai dengan nilai-nilai yang diusung oleh anggota. Kepentingan berjalan dan berproses. Ditemukannya pergerakan yang dinamis dalam aktivitasnya. H. Nilai dan Norma yang Berlaku Dalam Kelompok Sosial Interaksi yang terjadi di dalam kelompok sosial membentuk kebiasaan dan kekhasan di dalamnya. Hal ini terjadi dalam semua hal, termasuk nilai-nilai dan norma yang dijunjung oleh kelompok sosial tersebut. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok sosial diharuskan untuk sesuai dengan nilai dan norma yang ada di dalamnya. Kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma kelompok akan ditolak karena tidak mencerminkan kepribadian kelompok dan melenceng dari tujuan dibentuknya kelompok sosial tersebut. Saat penerimaan anggota baru pun, beberapa kelompok sosial membuka rekrutmen dengan sistem seleksi siapa saja yang cocok dengan nilai dan norma yang berlaku. Kalaupun tidak ada seleksi, biasanya anggota baru menyesuaikan dengan nilai dan norma tersebut agar kehadirannya diterima secara sosial. Baca juga artikel terkait “Pengertian Kelompok Sosial” Pengertian Perubahan Sosial Contoh Masalah Sosial di Indonesia Pengertian Interaksi Sosial Pengertian Lembaga Sosial Pengertian Struktur Sosial Daftar Suku Bangsa di Indonesia Pengertian Diferensiasi Sosial Grameds, demikianlah pembahasan kita mengenai kelompok sosial. Gramedia bercita-cita untuk menjadi yang terdepan dalam menjadi SahabatTanpaBatas dengan menyajikan buku-buku terbaik kami untuk Anda semua. Pengantar Ringkas Sosiologi Pemahaman Fakta&Gejala Per Penulis Nanda Iriawan Ramadhan ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien2 Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Erat Longgarnya Ikatan dalam Kelompok. Klasifikasi ini diperkenalkan oleh Ferdinand Tonnies a. Gemeinschaft (Paguyuban) Gemeinschaft adalah kelompok sosial yang memiliki ikatan erat dan intim. b. Gesellschaft (Patembayan) Gesellschaft adalah kehidupan publik yang bersifat sementara dan semu. 3.Pengertian Kelompok Sosial Pada dasarnya, setiap individu merupakan bagian dari kelompok sosial. Peran kelompok sosial bagi kehidupan manusia sangatlah penting. Tanpa kita sadari ada banyak bentuk-bentuk kelompok sosial disekitar kita yang akan kita bahas nanti satu persatu. Jadi, apakah arti sebenarnya dari kelompok sosial? Kelompok sosial merupakan sekumpulan individu dengan karakteristik tertentu dan kesamaan identitas yang saling berinteraksi bersama serta memiliki kesadaran kolektif sebagai satu kesatuan. Ilustrasi Kelompok SosialSumber gambar Ciri-ciri Kelompok Sosial Apakah sekumpulan orang yang saling berinteraksi pasti merupakan kelompok sosial? Perlu diketahui bahwa sekumpulan orang yang saling berinteraksi bersama tidak serta merta dapat kita anggap sebagai kelompok sosial. Terdapat beberapa ciri-ciri dari kelompok sosial, yaitu Individu yang berinteraksi mengidentifikasi dirinya sebagai anggota kelompok serta memiliki kesadaran bahwa ia merupakan bagian dari kelompok; Pihak luar mendefinisikan individu yang berinteraksi sebagai anggota kelompok; Terdapat hubungan yang sifatnya timbal balik. Artinya, dalam proses interaksi sehari-hari, baik itu indivdu maupun kelompoknya dapat saling mempengaruhi satu sama lain; Memiliki norma dan nilai yang disepakati bersama sebagai pengikat dalam bersikap dan bertingkah laku antar sesama anggota kelompok sehingga timbul kesamaan pola perilaku; Memiliki rasa kebersamaan dan solidaritas; Memiliki kesamaan motif, visi dan tujuan; Bersistem dan berproses. Dalam kaitan ini, kelompok sosial terbentuk dalam jangka waktu tertentu dan sebagai konsekuensi dari interaksi dan aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus. Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial Sekumpulan orang dapat disebut sebagai kelompok sosial apabila memenuhi 3 syarat utama berikut Setiap anggota kelompok menyadari bahwa ia merupakan bagian dari kelompoknya; Perlu digarisbawahi bahwa dalam setiap kelompok terdapat pola hubungan timbal balik. Arti hubungan timbal balik yaitu tiap-tiap anggota saling berinteraksi secara sadar sebagai upaya untuk mencapai tujuan atau memenuhi kebutuhan tertentu. Setiap anggota kelompok memiliki kesamaan latar belakang atau karakterisitk; Antara anggota kelompok sudah pasti memiliki kesamaan tujuan yang sama bukan? Nah begitu pun juga dengan latar belakangnya masing-masing anggota. Mereka cenderung membentuk pola interaksi yang lekat karena memiliki kesamaan pengalaman serta dihadapkan pada suatu masalah yang sama. Terdapat struktur, norma dan pola perilaku; Suatu kelompok tentunya memiliki ciri khusus yang menjadikannya berbeda dengan kelompok yang lain. Struktur dan norma kelompok merupakan elemen pembeda yang penting. Setiap kelompok memiliki norma/aturan yang berisi kaidah-kaidah yang bersifat mengatur perilaku para anggotanya hingga akhirnya terbentuklah pola perilaku tertentu yang menjadi ciri khas kelompok tertentu. Faktor Utama Pembentuk Kelompok Sosial Berbagai kelompok sosial hadir dalam masyarakat kita karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Kelompok sosial telah menandai perkembangan kehidupan masyarakat kita sehari-hari. Dalam hal ini, terdapat faktor-faktor yang melatarbelakangi pembentukan kelompok sosial, yaitu kesadaran kolektif, kesamaan karakteristik serta adanya tujuan yang ingin dicapai bersama. Jenis dan Contoh Kelompok Sosial Terdapat banyak sekali jenis-jenis kelompok sosial dalam masyarakat yang tanpa kita sadari kita merupakan salah satu anggota kelompok sosial tersebut. Berikut merupakan beberapa tipe kelompok sosial yang terbagi berdasarkan keriteria tertentu, yaitu Jenis Kelompok Sosial berdasarkan Kepentingan dan Wilayah Sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu kesatuan wilayah tempat tinggal dan memiliki kepentingan bersama disebut sebagai komunitas. Cakupan wilayah tempat tinggal komunitas ada yang sempit/terbatas dan ada yang sangat luas. Anggota komunitas disatukan oleh ikatan emosional atau perasaan saling memiliki dan sepenanggungan. Adanya ikatan emosinal pada akhirnya memunculkan solidaritas antar anggota kominitas Terdapat empat contoh kelompok berdasarkan kepentingan dan wilayah, yaitu Suku/Kelompok Etnik => Merupakan sebuah komunitas yang anggotanya memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan masyarakat umum. Sebagian besar suku / kelompok etnik merupakan kelompok minoritas. Suku/kelompok etnik terbentuk akibat dari adanya migrasi, perang, perbudakan atau perubahan batas wilayah politik. Contoh suku-suku di Indonesia yaitu suku Dayak, suku Baduy, dsb. Bangsa => Merupakan suatu komunitas dalam cakupan yang sangat luas dan memiliki anggota yang sangat banyak. Anggota suatu bangsa memiliki kesamaan bahasa, sejarah dan kebudayaan. Hal yang terpenting adalah tiap anggota bangsa harus memiliki kesadaran sebagai bagian dari suatu bangsa. Sebagai contoh, dalam wilayah kesatuan Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau, lahir bangsa Indonesia yang terbentuk atas dasar kesepakatan anggotanya untuk merdeka dan hidup bersatu. Desa => Merupakan komunitas tempat tinggal penduduk dengan ciri khusus berupa adanya sikap kekeluargaan yang tinggi dan aktivitas ekonomi yang berpusat pada sektor agraria / pertanian. Dari segi cakupan wilayah dan jumlah anggotanya, desa cenderung memiliki luas wilayah yang terbatas serta jumlah penduduk relatif sedikit. Sumber gambar Kota => Merupakan suatu komunitas tempat tinggal dengan jumlah penduduk yang relatif banyak. Ciri khusus kota yaitu masyarakatnya bersifat heterogen beragam, baik itu dari segi pekerjaan, tingkat pendidikn, latar belakang budaya serta agama dsb. Jenis Kelompok Sosial Berdasarkan Sikap Anggota Dalam membahas kelompok sosial yang beragam terdapat kelompok yang terbentuk berdasarkan kesamaan sikap antar anggota kelompok. Dalam hal ini terdapat dua bentuk kelompok sosial berdasarkan kesamaan sikap anggotanya, yaitu Kelas sosial => Merupakan sekelompok orang dengan posisi/ tingkat kedudukan yang sama. Kelas sosial diukur berdasarkan kekayaan, tingkat pendidikan, jabatan seseorang dsb. Sumber gambar Kelompok sosial => Merupakan sekelompok orang yang memiliki asal-usul, golongan atau ciri-ciri fisik yang sama. Bentuk-bentuk kelompok sosial ini terbagi kedalam kelompok etnisitas, ras, agama dan gender. Terdapat dua bentuk kelompok sosial yang memiliki ciri khas tersendiri karena dibentuk atas dasar keturunan, yaitu Kasta => Merupakan kelompok yang terbentuk berdasarkan ikatan kelahiran. Setiap kasta memiliki tradisi dan ritual tersendiri. Kasta merupakan tipe kelompok yang tertutup, dalam artian bahwa interaksi antar individu yang berbeda kasta sangat dibatasi. Sebagai contoh, di India, sistem kasta terbagi menjadi empat tingkatan yaitu Brahmana, Ksatria, Vaisya dan yang terbawah adalah Sudra. Bangsawan => Merupakan kelompok yang terbentuk berdasarkan ikatan kelahiran dari keluarga kerajaan. Sebagai contoh pada masyarakat Jawa kita mengenal sebutan kaum priyayi, yaitu para keturunan raja yang terpelajar. Para priyayi menduduki posisi sosial tinggi dalam masyarakat dengan menduduki berbagai jabatan pemerintahan. Terdapat dua bentuk kelompok sosial yang bersifat teratur Gemeinschaft Paguyuban => Paguyuban memiliki ciri ikatan batin yang murni atau organik, yang artinya kelompok diibaratkan seperti organ manusia yang tercipta dengan fungsinya masing-masing serta saling membutuhkan dan berkaitan satu sama lainnya. Contoh paguyuban adalah keluarga serta kerabat dekat. Sumber gambar Gesselschaft Patembayan => Adapun patembayan memiliki ciri ikatan batin yang mekanis, yakni kelompok yang terbentuk atas dasar visi/tujuan bersama. Contoh patembayan adalah partai politik, komunitas pecinta kucing, persatuan buruh, dan lain sebagainya. Terdapat dua bentuk kelompok sosial yang bersifat tidak teratur, yaitu Kerumunan => Merupakan sekumpulan orang yang berada di suatu tempat tanpa pola hubungan yang tetap/ajeg. Kerumunan memiliki kepentingan yang bersifat terbatas, sementara dan tidak terorganisir. Contoh kerumunan misalnya penumpang pesawat dan penonton konser. Terdapat sekumpulan orang di suatu tempat tertentu dimana komunikasi mungkin terjadi namun tidak ada pola hubungan. Ketika individu sudah sampai tujuan atau konser berakhir maka anggota kerumunan akan bubar dengan sendirinya tidak ajeg. Sumber gambar Publik => Merupakan kumpulan individu dalam skala luas yang berinteraksi melalui perantara atau alat-alat komunikasi. Publik merupakan kelompok yang tidak berupa kesatuan karena tidak terjadinya interaksi yang sifatnya langsung. Sebagai contoh yaitu para pemirsa televisi perantara TV, pendengar radio perantara radio serta pembaca surat kabar perantara surat kabar. Referensi Suhardi dan Sinarti, Sri. 2009. Sosiologi 2 untuk SMA/MA Kelas XI Program IPS. Diakses dari Sukardi, Joko Sri dan Arif Rohman. 2009. Sosiologi. Jakarta Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Types of Social Groups, diakses dari Kontributor Sabrina Burhanudin, Alumni Sosiologi FISIP UI
Kelompoksosial ini termasuk dalam kelomok sosial formal yang memiliki peraturan dan ketentuan untuk bergabung, menambung, atau pengelolaannya. Peraturan yang ada dalam kelompok sosial ini tentusaja harus di taati oleh seluruh anggota dalam masyarakat yang mengikutinya. Panitia Agenda; Kepanitian Acara, contoh lainnya menganai kelompok sosial
Jika membicarakan soal kelompok pasti tidak terlepas dengan manusia yang termasuk komponen didalamnya. Kita ketahui bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama apa sih kelompok sosial itu?Menurut Mayor Polak, kelompok adalah grub, yaitu sejumlah orang yang memiliki hubungan antara satu dengan lainnya serta hubungan tersebut bersifat sebagai sebuah Soerjono Soekanto mendefinisikan kelompok sosial sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya timbal balik yang saling mempengaruhi dan suatu kesadaran untuk saling mengetahui pendapat kelompok sosial dari dua pakar sosiologi diatas, berikut akan kita lanjutkan mengenai pembahasan kelompok Kelompok SosialKelompok sosial dalam masyarakat dapat terbentuk secara alami ataupun disengaja. Secara alami, individu-individu sudah terikat kelompok sejak lahir seperti ikatan kelompok kekerabatan dan itu, kelompok sosial yang terbentuk secara disengaja yaitu seperti organisasi dan latar belakang pembentukan kelompok sosial sebagai darah dan keturunan genealogi.Faktor geografis suatu daerah kelompok sosial dalam masyarakat harus memenuhi persyaratan berikut. Terdapat kesadaran setiap anggota kelompok bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok yang hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan persamaan tertentu seperti latar belakang, tujuan, nasib, atau berkaidah, dan mempunyai sosial bersistem dan Kelompok SosialKelompok sosial dalam masyarakat pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu kelompok sosial teratur dan kelompok sosial tidak Kelompok Sosial TeraturKelompok sosial teratur diklasifikasikan sebagai Kelompok primer primary group, yaitu kelompok sosial yang dicirikan saling mengenal antar anggotanya, sering bertatap muka, bekerja sama dengan sifat pribadi, dan bersifat Kelompok sekunder, yaitu kelompok sosial dengan jumlah anggota banyak, sifat hubungan cenderung formal, dan tidak saling mengenal, serta tidak Kelompok formal formal group, yaitu organisasi kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja dibuat oleh anggota-anggotanya untuk Kelompok informal informal group, yaitu organisasi kelompok yang tidak resmi, tidak mempunyai struktur yang pasti, serta peraturan tidak Gemeinschaft paguyuban, yaitu bentuk kehidupan bersama antar anggota masyarakat yang mempunyi hubungan yang sifatnya alami,dan kekal. Kelompok paguyuban dikaitkan dengan masyarakat Gessellschaft patembayan, yaitu bentuk kehidupan yang bersifat pamrih, dan berlangsung dalam jangka waktu pendek. Kelompok patembayan dikaitkan dengan masyarakat kota. 7. Kelompok referensi reference group, yaitu kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan Kelompok membership membership group, yaitu kelompok yang hubungan antar anggotanya terjadi secara fisik. Ukuran utama keanggotaan seseorang adalah interaksinya dengan kelompok sosial yang In-group, yaitu kelompok sosial yang individunya mengindentifikasikan diri dalam kelompok Out-group, yaitu kelompok yang dianggap sebagai kelompok luar atau kelompok yang dianggap sebagai Kelompok Sosial Tidak Teratur1. Kerumunan, yaitu kumpulan individu yang bersifat sementara. Ukuran utama dari kerumunan adalah kehadiran secara fisik dan tidak Publik, yaitu kelompok yang terbentuk karena interaksi bersifat tidak langsung melalui alat-alat media, misalnya surat kabar, radio, internet, dan Massa, yaitu kelompok yang memiliki ciri-ciri hampir sama dengan kerumunan, akan tetapi terbentuknya secara sengaja dan Bermanfaat!
.